Kisah Anak Pulau Tidung
Aku seorang bocah dari pulau tidung yang terlahir dari keluarga sederhana,aku mempunyai 3 saudara yang terdiri dari 1 orang kaka perempuan an seorang adik perempuan, akau anak ke dua dari tiga brsaudara dan aku merupakan anak laki-laki satu-satunya yang terlahir dari orang tua ku. aku di lahirkan pada petengahan bulan oktober di tahun 1992, sekarang umurku sudah 21 tahun dan menjadi pemuda yang dewasa. tentunya banyak beban dan tumpuan yang akan ku pikul selama aku menjalani hidup ini karena aku adalah seorang lelaki yang akan mempunyai tanggung jawab lebih besar dari padan ke dua saudaraku. banyak ke inginan dan tujuan yang harus ku capai, selain tuntutan dari diriku sebagai lelaki dan tuntutan dari keluarga ku agar suatu saat nanti aku menjadi seorang pemuda yang beguna bagi bangsa dan terutama bagi keluarga ku agar aku bisa menjaga nama baik dan menjaga keluarga ku sendiri dari apapun yang akan menjadi masalah di keluargaku.
pada tahun 2007 aku mencoba keberuntungan untuk memutuskan bersekolah ke luar kampung halamanku,aku mencoba mencari sekolah di sekitar daerah jakarta selatan, aku berkeliling di wilayah jakarta selatan untuk daftar di sekolah negeri,awal aku mendaftar di SMA 74 kostrad, nem kelulusan di SMA 74 paling kecil harus 21 dan nem hasil ujian ku 21,34. sebenarnya nem ku sudah memenuhi syarat untuk masuk sekolah tersebut, namun karena persaingan yang cukup ketat akhirnya aku tidak dapat di terima di sekolah tersebut karena nem ku paling kecil di antara yang lainnya,sesungguhnya jika aku mendaftar di sekolah negri di wilayah jakarta aku akan di terima di skolah yang cukup favorit, namu apalah daya pada tahu itu sedang maraknya tawuran antara pelajar alhasil orang tua ku tidak mengijinkan aku sekolah di wilayah jakarta utara karea khawatir aku kena bahaya dan akhirnya aku memutuskan untuk mencari sekolah lain di wilayah terebut, sbenarnya di pulau tidung sendiri tersedia sekolah SMK 12 KJ, tetapi karena aku ingin masuk SMA makanya aku merantau ke jakarta. Aku mencoba mendaftar di sekolah DM45 jakarta selatan,karena itu sekolah swasta tentu tak ada syarat yang memberatkanku dan aku langsung di terima di sekolah tersebut.
Selang beberapa bulan hatiku mulai resah dan gelisah karena diriku yang tidak biasa jauh dari teman-teman semasa kecilku dan terutama dengan kelurgaku,setiap malam aku tidak bisa tidur karena terus kepikiran keluargaku, hatiku berteriak walutanpa suara dan tanpa kusadari air mata ku menetes di pipiku "aku kangen teman-temanku,aku kangen keluargaku,aku ingin pulang ibu". ke esokan harinya aku menelpon ibu ku untuk memberikan kabar kalau aku baik-baik saja dan tentunya sekalian menceritakan keluh kesahku selama aku tinggal di jakarta sebatang kara di kosan yang tidak terlalu luas dan lebih luas kamarku di rumah. aku meminta izin untuk pulang ke pulau tidung tetapi ibu ku hanya menjawb ( dengan hati yang tidak ikhlas ) "sabar aja nanti juga betah kok". aku tau sebenarnya ibu ku juga tidak tega melihat aku sendirian di jakarta dengan maraknya pergaulan bebas dan kerasnya ke hidupan di ibu kota ini. Banyak pengalaman yang aku pelajari selama aku tinggal di ibu kota ini. Dulu kampung halaman ku yaitu Pulau Tidung tidak di kenal banyak orang, setiap kali aku di tanya oleh guru asal tempat tinggalku aku selalu di tertawakan oleh teman-temanku, kata temanku " aku anak desa dari pulau seribu " mereka mengucapkan sambil tertawa sambil menbgejekku, aku hany diam dan tidak menanggapi hal itu, karena suatu saat nanti jika mereka mengetahui kampung halaman ku mereka akan kagum akan semua yang ada di ibu kota ini dan lebih kaya di banding orang terkaya di ibu kota ini, karena pulau tidung adalah surga bagi ku dan bagi warga pulau tidung sendiri, walaupun letaknya yang jauh dari ibu kota, pulau tidung cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau tidung,banyak yang tidak dapat ku temui di jakarta selain di pulau tidung. Tiga tahun kemudian aku pulang ke Pulau Tidung. senang rasanya setelah 3 tahun aku pulang ke pulau tidung, banyak perubahan yang ku lihat di kampung halamanku, banyak bangunan baru yang sebelumnya tidak ada dan itu dulunya adalh kebun milik warga, banyak cerita yang ku dapat dari temanku kalau sekarang pulau tidung menjadi salah satu tempat wisata di wilayah ke pulauan seribu jakarta, letaknya yang cukup jauh dari kota jakarta memaksa para pengunjung untuk naik kapal laut untuk berkunjung ke pulau tidung, karena hanya dengan kapal laut anda bisa berkunjung ke pulau tidung. Seketika terfikir di benakku dan aaku mempunyai ide untuk mengembangkan Sumber Daya Alam yang terdapat di Pulau Tidung. Aku mulai berfikir dan mencari banyak informasi bagaimana caranya agar wisata di pulau tidung bisa berkembang dan di kenal secara luas oleh banyak orang. Aku mendapat ide satu-satunya cara agar pulau tidung di kenal adalah hanya lewat jalur media internet atau media sosial, berawal dari Facebook aku mempromosikan bahwa di pulau tidung sekarang menjadi tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi, aku mencoba keperuntungan menjadi agen travel wisata pulau tidung dan hasilnya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhanku dan tidak minta lagi dari orang tuaku, berdasarkan pengalaman yang aku dapat dari sekolah aku menjoba untuk mempeluas perkembangan wisata lewat media internet yaitu lewat blog yang ku tulis mengenai pulau tidung dan lengkap dengan paket wisata yang aku sediakan, semakin lama pulau tidung semakin berkembang, agen travel pun semakin bertebaran, bukan cuma warga pulau tidung saja, warga luar juga banyak yang mencoba keperuntungan menjadi agen travel wisata pulau tidung. Aku sebagai warga asli pulau tidung tidak mau kalah dengan orang luar yang hanya memanfaatkan kelebihan di kampung halamanku,aku trus menerus mengembangkannya dan sekarang merupakan menjadi usahaku untuk menghasilkan uang sendiri.
Untuk mengetahui mengenai harga paket wisata pulau tidung anda bisa mengun jungi website ku di www.pulautidung92.com
Salam Hangan dari Anak Plau Tidung ;)